Share

Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juni 2025

Menghilangkan There were problems with the code integrity check pada Notifikasi Owncloud

own-cloud

Pernah ngalamin Error There were problems with the code integrity check di notifikasi atas Owncloud? ganggu ga? bagi gue sih ganggu banget, saking keselnya gue liat notifikasi itu terus, akhirnya gue berinisiatip buat ngilanginnya. gimana caranya? check this out!

 

OwnCloud Code Integrity Check

  

owncloud Code Integrity Check adalah fungsi yg di ciptakan oleh ownCloud untuk melakukan pengecekan kesesuaian hash check integritas suatu file bawaannya. Notifikasi ini muncul dikarenakan ada nya ketidak sesuaian antara hash file dan ataupun file nya memang tidak ada.

 

Hal ini untuk lebih detailnya bisa di cek di bagian setting admin atau dengan mengklik notifikasi kuning diatas owncloud bertuliskan.

 

There were problems with the code integrity check. More information…

 

Lalu pilih List Invalid Files pada tulisan dibawah ini.

 

Some-files-have-not-passed-the-integrity-check 

Maka akan muncul files dengan invalid integrity check

 

 Some-files-have-not-passed-the-integrity-check-Invalid-Files

 

Cara menghilangkan  There were problems with the code integrity check

 

Sebenernya bisa aja sih ngilanginnya dengan buat files yg ilang-ilang itu lalu nyesuain ini itu, tapi lamaaaa bangeet, jadi gue buat trik simple buat ngilangin notifikasi yg ganggunya aja

 

 There-were-Problems-with-the-code-integrity-check

 

Yap, ngilangin tulisan yg diatas ini, biar ga kesel" banget kalo login ada beginian. Lalu gimana caranya?

 

Pertama-tama buka file config.php OwnCloud yg terletak di /Owncloud/config/config.php dengan menggunakan nano ataupun apapun text editornya.

 

sudo nano /Owncloud/config/config.php

 

Lalu setelah itu pada baris bawah sebelum tutup config );  tambahkan,

 

'integrity.check.disabled' => true,

 

lalu save, maka notifikasi There were problems with the code integrity check akan hilang dan ga muncul" lagi. Untuk mendisablenya bisa menggunakan option false pada config itu.

 

Gimana? gampang kan? buat yg nanya" bisa langsung ke FB page gue ya ada di samping. Soalnya blog gue masih belom bisa di komen. hmmm. g tau knapa gue jga.

Sumber : https://manaluzufrin.blogspot.com/

Rabu, 03 Maret 2021

Linux MX Respin ME

image

About.

 

MX Respin ME atau MX Respin Muslim Edition adalah sebuah sistem operasi komputer berbasis GNU/Linux yang dikembangkan dari atau spinoff dari MX Linux. Pengembangan MX Respin ME sendiri dimaksudkan agar masyarakat dapat menggunakan sistem operasi yang bebas dan legal sebagaimana saya/kami menggunakannya, serta agar masyarakat dapat merasakan dan menikmati apa yang kami rasakan dan nikmati dari sistem operasi ini khususnya masyarakat muslim.

 

Nama dan Ikon

 

Pada awalnya saya/kami memberi nama sistem operasi ini dengan nama ‘AI Projek OS’ namun saya/kami berpikir itu hal yang berlebihan, maka saya/kami kembali ke titik awal dan memberikan nama MX Respin ME yang artinya sebuah sistem operasi yang dikembangkan dari MX Linux.

 

Namun perlu anda ketahui bahwa proyek MX Respin ME ini tidak terhubung secara langsung dengan MX Linux, atau bisa dikatakan bahwa proyek sistem operasi komputer MX Respin ME ini adalah re-spin personal atau komuitas.

 

Ikon MX Respin ME sendiri adalah gabungan dari 3 hal yaitu AI dari nama AI Projek, MX dari nama MX Linux, dan ME dari Muslim Edition.

image 

Features.

 

MX Respin ME secara bawaan sudah terpasang banyak program aplikasi yang siap digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sebagaimana MX Linux dan sebagai sistem operasi yang ditujukan khususnya untuk masyarakat muslim maka MX Respin ME juga mengusung beberapa fitur pilihan diantaranya:

 

  • Aplikasi muslim pilihan seperti Al Quran Digital, Quran Reciter Full 30 Juzz, Imam Bukhori – Muslim – Malik – and Dawud Hadith Collection, Shahih Bukhori, Maktabah Al Qirtaas, Kalender Hijriyah, Pengingat Dzikir - Waktu Sholat, dan Kalkulator Zakat.
  • User interface yang mudah dan berciri khas muslim dengan default warna hijau sebagai salah satu warna kesukaan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Secara umum fitur MX Respin ME adalah sebagai berikut:

 

  1. Stabil
  2. Instalasi atau pemasangan yang mudah dan fleksibel
  3. Pengenalan perangkat keras yang baik
  4. Konfigurasi otomatis untuk sebagian besar pengguna
  5. Aplikasi yang diperbarui secara berkala
  6. Lokalisasi untuk aplikasi MX Respin ME dalam banyak bahasa
  7. Berdasarkan MX Linux - Debian GNU/Linux
  8. Menggunakan Kernel stabil terbaru untuk mesin yang lebih baru
  9. Dengan desktop environment XFCE
  10. Pengaktifan otomatis sebagian besar driver Broadcom
  11. Penginstal UEFI
  12. Opsi partisi root, home, dan swap terenkripsi
  13. Aplikasi standar:
  • Islami : Ayat Digital Al Quran, Quran Reciter Full 30 Juzz, Imam Bukhori – Muslim – Malik – and Dawud Hadith Collection, Shahih Bukhori, Maktabah Al Qirtaas, Hijri Aplet, Othman Quran Browser, Prayer Time, Al Quran untuk LibreOffice dan Zakat Calc
  • Grafik : Gimp, Inkscape, dan LibreOffice Draw
  • Internet : Firefox sebagai browser utama dan Midori sebgai alternatif, Telegram, Thunderbird, Transmission, dan Uget download manager
  • Multimedia : Audacity, BUTT (broadcasting tools), Clementine, Kdenlive, SimpleScreenRecorder, xfburn, Asunder CD Ripper, dan VLC
  • Office suite : LibreOffice, qpdfview, PDF Arranger, dan Ebook reader

 

System Requirement.

 

Persyaratan sistem minimum

 

Untuk menginstal dan menggunakan MX Respin ME 64-bit, Anda memerlukan prosesor Intel atau AMD 64-bit dengan memori (RAM) minimal 1 GB. Anda juga dapat mencoba MX Respin ME dengan USB atau DVD dengan jumlah memori yang sama. Ingatlah bahwa menjalankan sistem dari USB atau DVD akan lebih lambat daripada sistem yang diinstal.

 

Saat Anda menginstal MX Respin ME, Anda membutuhkan sekitar 10 GB ruang kosong di hard disk Anda dan sekitar 4 GB untuk LiveUSB.

 

Sumber daya sistem yang direkomendasikan

Untuk mendapatkan pengalaman yang lancar saat menjalankan beberapa aplikasi paralel di desktop, disarankan untuk memiliki prosesor 1.5Ghz Dual Core dengan memori minimal 2 GB.

 

Disarankan untuk memiliki setidaknya 20 GB ruang kosong di hard disk Anda. Ini memungkinkan penginstalan aplikasi baru serta menyimpan data pribadi Anda di hard disk selain sistem inti.

 

Di MS Windows®, cara termudah untuk memastikan integritas (serta membuat live USB) adalah dengan menggunakan utilitas pemformatan USB Rufus, yang secara otomatis menjalankan pemeriksaan.

 

Default passwords

 

user demo: demo

user root: root

 

Release Note.

 

MX Respin ME 0.1

 

Contribution.

 

Saya/kami sadar bahwa MX Respin ME masih memiliki kekurangan misalnya saat ini hanya baru tersedia versi 64bit dengan desktop environment XFCE saja, jika mengacu pada mxlinux.org ada beberapa versi MX Linux. Masih sedikitnya aplikasi muslim yang tersedia karena terbatasnya informasi yang kami miliki tetang aplikasi muslim yang berbasis FOSS.

 

Dan seperti yang mungkin Anda ketahui, MX Respin ME adalah proyek nirlaba. Itu berarti kami tidak menghasilkan apapun. Namun apa yang kami lakukan dengan MX Respin ME cukup membutuhkan banyak waktu dan kami melakukannya tanpa ada yang membayar kami walaupun kami melakukannya karena kami memang menyukainya dan ingin masyarakat menikmati apa yang kami nikmati, sistem operasi komputer yang bebas dan legal.

 

Tapi di sisi lain dalam pengembangan MX Respin ME kami juga membutuhkan sumber daya seperti informasi, ide, gagasan, ataupun sumber daya yang membutuhkan pendanaan seperti website, domain, listrik, peralatan, dan sebagainya.

 

Oleh karena itu kami menerima kontribusi dari siapapun anda dan dalam bentuk apapun dengan harapan MX Respin ME dan AI Projek terus bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan menjaga MX Respin ME tetap hidup.

 

Anda bisa berkontribusi dengan informasi, aspirasi, ide, dan gagasan. Bagi anda yang ingin berkontribusi dalam bentuk materi-pun kami persilahkan, bisa dalam bentuk menggunakan jasa atau membeli produk yang kami tawarkan, ataupun donasi tunai yang bisa anda salurkan melalui widget donasi yang tersedia atau klik disini.



File Name : MXRespin-ME-0.1_x64.iso          Size : 3.5 GB


Download Via Google Drive

Download

 

Download Via Archive org

Download

 

 

detail : https://bit.ly/3q4B9Ly

Senin, 22 Februari 2021

Memilih Distro Linux dan BSD Independen

logo-distro-linux

Masih “distro-hopping”? Doyan coba-coba dan gonta-ganti distribusi Linux? Belum nemu yang pas di hati? Kebetulan di dunia GNU/Linux ada berlimpah pilihan sistem operasi yang bisa dicoba. Buat para “distro-hopper” seperti saya, yuk berbagi informasi.

“Linux” (dari GNU/Linux) yang kita maksud di sini adalah sebagai sebuah sistem operasi (SO). Linux sendiri sebenarnya adalah sebuah kernel. Linux plus aplikasi berbasis GNU jadilah sebuah sistem operasi utuh. Untuk memudahkan menyebutnya sebagai sebuah SO, selanjutnya akan kita sebut “Linux” saja. Pada dasarnya memilih distro Linux (dan sistem operasi BSD–Berkeley System Distribution) cukup hanya berpatokan pada pola pikir seperti berikut. Sesuaikan dengan selera, kondisi dan kebutuhan masing-masing pengguna.

  • Spesifikasi komputer. Bisa sih dipasang di ‘mesin’ lain seperti ponsel dan robot. Di sini kita fokus di komputer PC dan laptop ya. Ada distro yang bisa multiplatform untuk mesin berarsitektur 32 dan 64-bit. Belakangan dukungan untuk mesin 32-bit mulai terbatas. Sebaliknya dukungan untuk mesin 64-bit dan RAM lebih dari 2 GB makin bertambah.
  • Untuk kebutuhan khusus. Untuk desktop atau peladen/server? Ada distro yang memang fokus ke fungsi peladen dengan mengedepankan unsur keamanan dan kestabilan. Tetapi juga ada versi desktopnya yang dibuat semakin ramah pengguna. Mau fokus ke security networking, penetration testing, edukasi, kerjaan seni grafis multimedia, game, atau sekadar pengguna kasual biasa? Semuanya ada di Linux. Tiap distro standar sebenarnya bisa saja diubah sesuai kebutuhan penggunanya. Tetapi kalau ada distro yang dari bawaannya sudah lengkap peranti lunaknya untuk kebutuhan dimaksud, kenapa tidak?
  • Prinsip kode sumber bebas dan terbuka. Kebanyakan distro Linux hanya menyertakan kode sumber bebas dan terbuka di sistem operasi dan perangkat lunak yang terpasang. Sesuai prinsip GNU. Konsekuensinya, mungkin tidak semua perangkat keras (misal WiFi, printer, sound card, graphic card, touchpad) di PC dan laptop terdeteksi otomatis saat instal atau booting awal. Tetapi pengguna diberi kebebasan untuk menambahkan sendiri fitur non-free tersebut. Kadang provider atau vendor perangkat lunak proprietari sudah menyediakan driver terkait. Jadi, bukan distro Linux-nya yang belum support driver terbaru. Tetapi vendornya yang belum membuka kode sumber driver tertentu. Ujung-ujungnya duit nih…Di dunia open source, software dengan lisensi “free” dari GNU, mengizinkan penggunanya untuk memakai, menyalin, membagikan, mempelajari, mengubah, dan memperbaiki perangkat lunak tersebut.
  • Tampilan antarmuka. Pilih instalasi awal distro berbasis mode teks atau grafis? Pilih sistem manajemen instalasi paket berbasis teks atau grafis? Lebih pilih tampilan mentereng tetapi komputer jadi agak lambat atau tampilan sederhana tetapi mesin terasa jauh lebih gegas?
  • Desktop environment (DE) atau desktop manager (DM). Pilih lingkungan desktop yang banyak dipoles (misal KDE Plasma, GNOME 3) atau yang ringan (misal Openbox, Xfce, MATE) saja cukup? Kualitas komputer akan menentukan juga pilihan ini. Beberapa distro biasanya akan lebih menonjol dukungannya pada DE/DM bawaan.
  • Model rilis. Pilih yang fixed–instal/upgrade keseluruhan sistem operasi tiap sekian bulan sekali, semi rolling atau rolling release–rilis bergulir. Dengan pemutakhiran bergulir, pengguna bisa memperbarui sistem sedikit-sedikit tetapi mungkin saja berisiko kurang stabil. Lebih senang teknologi aplikasi terkini atau cukup dengan versi yang lebih lawas tetapi tetap stabil?
  • Kemudahan troubleshooting mandiri. Makin mainstream makin baik. Makin banyak dan aktif penggunanya, solusi jadi makin gampang dan cepat diperoleh.

Kembali ke selera dan kebutuhan.

Ubek-ubek distrowatch dot com. Pilih fitur pencarian distro. Cari semua sistem operasi/distro independen atau utama, yaitu distro induk yang kodenya dibangun dari awal, bukan turunan distro lainnya. Kalau ada pemutakhiran, itu berasal dari distronya sendiri. Kalau distro turunan kan adakalanya menunggu pembaruan distro induknya dulu. Dari hasil penelusuran, muncullah 62 distro yang dinyatakan masih aktif. Coba kita ulas 20 teratas secara singkat.

linux3
  1. Debian. Distro paling multiplatform. Komputer lawas non-64-bit masih didukung. Jumlah paket aplikasinya (.deb) juga sangat berlimpah. Paling banyak distro turunannya. Lumayan kolot untuk urusan kekinian. Tetapi itu membuatnya sebagai distro yang terkenal stabil. Biasanya versi stabil baru dirilis 2 tahun sekali.
  2. Solus. Hanya mendukung 64-bit. Rilis model bergulir. DE bawaannya yang bernama Budgie jadi solusi kalau pengguna menghindari GNOME dan KDE.
  3. Fedora. Proyek Fedora menjadi cikal bakal Red Hat, versi korporasinya. Paket aplikasinya (.rpm—Red Hat Package Manager) juga hampir menyaingi jumlah paket berbasis Debian. Biasanya aplikasi non-free kebanyakan tersedia dalam bentuk berkas .deb dan .rpm.
  4. PCLinuxOS. Sistem manajemen paketnya ala “Synaptic” yang terinspirasi dari Debian tetapi memakai paket aplikasi .rpm. Init pakai SysV dengan model rilis semi rolling untuk versi yang stabil. Berusaha working out of the box seperti MX Linux.
  5. OpenSUSE. Versi komunitas dari SUSE Linux. Salah satu distro induk yang banyak dipoles. Bisa menjadi rilis bergulir dan fixed. Seperti halnya pengguna Fedora, pengguna openSUSE ada yang merasa sebagai beta-tester produk versi komersialnya.
  6. Arch Linux. Distro rilis bergulir yang termasuk paling cepat rilis update paket aplikasinya. Berbasis binari. Tidak seperti Gentoo yang instal paketnya dari kode sumber. Dokumentasinya lengkap menyaingi milik Gentoo. Berusaha bleeding edge dengan peranti lunak terkini tetapi tetap stabil.
  7. Puppy Linux. Salah satu distro mungil, ringan dan multifungsi yang cocok untuk live CD, live USB, atau instal permanen ke komputer. Uniknya, paket binarinya bisa dipilih mau yang kompatibel dengan Ubuntu atau Slackware. Coba juga distro KNOPPIX yang berbasis Debian.
  8. FreeBSD. Salah satu BSD-style yang multiplatform dan multifungsi. Memakai init RC. Menurut saya pribadi, distro ini lebih cocok untuk peladen saja. Seperti halnya openBSD dan NetBSD. Untuk BSD versi desktop lebih baik coba TrueOS (dulu PC-BSD) dan GhostBSD. Aplikasinya biasanya tidak selengkap Linux.
  9. ReactOS. Ini bukan Linux atau BSD. Berbasis arsitektur Windows NT. Pokoknya sistem operasi ini buat pengguna Windows supaya tidak pusing dengan kompatibilitas perangkat keras dan lunaknya. Tetap open source. Saat ini masih dalam versi alfa. Dengan tampilan dan kompatibilitas menyerupai Windows Server 2003.
  10. EasyOS. Masih eksperimental. Terinspirasi dari Puppy Linux.
  11. Slackware Linux. Generik, komplit, ‘jadul’, KDE. Salah satu distro Linux yang strukturnya masih tradisional UNIX. Old school style lah istilahnya. Cocok untuk yang serius belajar sistem Linux dari dasar.
  12. Mageia. Penerus mandrakelinux (Mandriva Linux) seperti halnya OpenMandriva. Masih punya versi 32-bit. Salah satu distro yang berkonsep working out of the box. Senada dengan PCLinuxOS dan OpenMandriva Lx. Mestinya semudah Ubuntu dan openSUSE.
  13. Void. Distro ini lumayan multiplatform dan rilis bergulir tetapi stabil. Tidak lagi pakai systemd tetapi runit yang lebih simpel penulisan kodenya. Cita rasa Arch + BSD. Kesan Pertama Distro Linux Void (daniiswara.com).
  14. Alpine Linux. Dari tag line-nya: “small, simple, secure” sudah bisa ditebak peruntukan distro ini. Berorientasi pada ringan dan aman untuk operasional peladen dan router.
  15. OpenMandriva Lx. Seramah pendahulunya, Mandriva. Kombinasi antara cita rasa Mandriva, ROSA (versi enterprise Linux Mandriva ala Rusia) dan dukungan komunitas.
  16. Gentoo Linux. Ini salah satu biangnya rilis bergulir. Mau dibikin sangat bleeding edge bisa. Paket aplikasi terbaru cepat tersedia. Secepat paket terkini di Fedora Rawhide. Kalau mau jadi spesialis compile paket dari source dengan penuh kesabaran, pilih Gentoo.
  17. KaOS. Terinspirasi dari Arch Linux (pakai pacman juga). Memakai desktop KDE beserta pustaka Qt-nya. Hanya tersedia untuk mesin 64-bit.
  18. Clear Linux. Untuk mesin 64-bit, rilis bergulir, memakai desktop bawaan GNOME. Masih memakai init systemd. Komputernya harus mendukung UEFI. Setahun terakhir makin positif perkembangannya dari komentar dan review yang ada.
  19. NixOS. Menawarkan sistem konfigurasi yang berbeda dari Linux kebanyakan. Pengelolaan paketnya dikumpulkan di direktori /nix/store. Bukan lagi di /bin, /sbin, /lib, dan /usr. Dekstop bawaan memakai KDE Plasma. Model rilis fixed. Masih memakai systemd seperti Linux umumnya.
  20. 4MLinux. Distro kecil dan ringan multifungsi seperti Puppy Linux. Dengan JWM (Joe’s Window Manager). Belakangan hanya mendukung 64-bit.

Dari deretan distro di atas, saya hanya pernah mencoba instal permanen Debian, Fedora, openSUSE, PCLinuxOS, FreeBSD, Slackware, Gentoo, Arch, Puppy Linux, dan sekarang sedang memakai Void Linux. Distro turunan yang pernah saya instal ke hard disk antara lain Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, MEPIS (sekarang MX Linux), Mint, Manjaro (turunan Arch), Sabayon (turunan Gentoo), dan Backtrack (sekarang Kali Linux). Akhirnya karena dukungan 32-bit mulai berkurang, Void Linux jadi pilihan terakhir saat ini.

Kalau ada kesempatan, saya tertarik mencoba Solus, NixOS dan PCLinuxOS (lagi). Akan lebih bagus lagi semisal muncul distro yang menggabungkan ketiganya plus init yang dipakai Void. Rilis bergulir, DE Budgie, sistem berkas baru ala NixOS, manajemen paket Synaptic dengan apt, paket .deb atau .rpm, dan pakai sistem init runit.

Sumber : https://daniiswara.com/

Re-Writer @2021 Langkat2000

Minggu, 14 Februari 2021

Sejarah Penciptaan dan Perkembangan Linux Hingga Sekarang

wallpaperflare.com_wallpaper01

Sejarah Penciptaan Linux

 

Dengan kondisi teknologi komputer yang terbatas pada saat itu karena memang sistem komputer belum lama ditemukan dan masih dalam tahap penelitian dan pengembangan, Linux bukanlah sistem operasi pertama yang dibuat, sudah ada pendahulunya seperti Unix dan windows.

 

Dikala itu sistem operasi nempel di hardware/komputer itu sendiri dan hanya diedesain untuk jalan di komputer itu, dulu tidak ada namanya ganti sistem operasi, yang ada adalah beli komputer baru dengan sistem operasi baru pula.

 

Beberapa group melakukan penelitian untuk menemukan sistem operasi yang bisa digunakan di semua komputer, group tersebut adalah AT&T yang membuat Unix dan microsoft yang membuat MS.DOS lalu windows.

 

Sayangnya sistem operasi tersebut semuanya berbayar dan berlisensi sehingga sangat menyulitkan pengembang saat akan mengembangkan sebuah aplikasi yang harus berjalan di platform mereka karena kurang nya dokumentasi atas OS tersebut.

 

Dari masalah ini muncul lah komunitas GNU sebagai wadah para developer untuk saling berbagi kode program dan mengembangkan nya bersama-sama agar tercipta aplikasi bebas dan opensource bahkan sistem operasi yang bebas dan opensource juga.

 

Berawal Dari GNU Sebagai Pelopor dan Wadah Opensource

 

Tanpa GNU mungkin linux tak akan ada, GNU memegang peran penting dalam penciptaan dan perkembangan linux, karena di GNU lah komunitas opensource berkumpul dan bekerjasama untuk membuat aplikasi yang bebas dan opensource.

 

Pada tahun 1983, richard stallman mebuat projek GNU dengan target membuat sistem operasi yang Free (bebas)yang mirip dan kompatible dengan UNIX.

 

clip_image002[4]

 

GNU merupakan kependekan dari “GNU’s Not Unix” dan GNU bukanlah suatu perusahaan profit melainkan wadah suatu komunitas yang menjunjung tinggi Free and Opensource software.

 

Free disini tidak diartikan gratis namun diartikan sebagai “kebebasan” karena aplikasi yang berlisensi GPL (GNU General Public License) memberikan 3 kebebsan untuk penggunanya yaitu bebas untuk :

 

  • menggunakan
  • mendistribusikan
  • dan mengubah untuk pengembangan

Kebabasan itu tidak dimiliki oleh proprietary software (software komersial)

 

Projek GNU dimulai pada tahun 1984  dengan pembuatan software, compiler, editor, textformatters, GUI, libraries, modules dan masih banyak lagi ,dalam proses pembuatan nya didesain agar kompatible dengan sistem operasi yang sudah ada yaitu UNIX, pilihan ini didasarkan bahwa UNIX telah membuktikan desain yang unggul dan portable.

 

Dalam proses pembuatannya  melibatkan banyak personal yang berasal dari komunitas GNU itu sendiri.

 

Sebelum Linux, OS UNIX Sudah Ada

 

Sejarah linux dimulai setelah kemunculan sistem operasi UNIX yang dikenalkan ke public sekitar tahun 1970-an yang dikembangkan dan direlease oleh AT&T Bell Laboratories .

 

Unix menjadi motivasi semua pihak untuk berlomba-lomba mengembangkan sistem operasi yang mirip UNIX  (Unix like operating system).

 

OS BSD Lahir Dari Pengembangan UNIX

 

Pada tahun 1977, Computer Systems Research Group (CSRG) dari UC Berkeley, mengembangkan sistem operasi Berkeley Software Distribution (BSD) dan menggunakan kode UNIX edisi 6 yang dimiliki AT&T.

 

AT&T pun tidak terima karena kodenya digunakan untuk membuat BSD dan mengajukan gugatan hukum, setelah gugatan hukum pengembangan sistem operasi yang mengambil dasar kode BSD pun menjadi tersendat.

 

Linus Torvalds, Pencipta Kernel Linux

 

clip_image003[4]

linus torvalds si penemu dan pembuat linux kernel

 

Pada tahun 1990 GNU telah membuat semua komponen untuk membuat suatu sistem operasi dari mulai Compiler, libraries, aplikasi, user interface dan lain sebagainya dan hanya satu yang belum selesai yaitu Kernel yang menjadi inti dari sebuah sistem operasi.

 

Pada tahun 1991 linus torvalds seorang mahasiswa jurusan Computer science dari universitas Helsinki (University of Helsinki) menulis sebuah sistem operasi yang independen untuk bisa berjalan di PC barunya yang menggunakan processor 80386.

 

Proses pembuatan kernel sistem operasi ini (yang nantinya akan dinamai kernel linux) selesai dibuat menggunakan MINIX dan dicompile menggunakan GNU C compiler.

 

Linux Bukanlah UNIX

 

Itu berarti Linus torvalds adalah orang pertama yang merancang, membuat dan mengembangkan kernel linux. Dalam pembuatan nya linux tidak menggunakan kode Unix samasekali. Unix hanya dijadikan inspirasi oleh linus saat membuat kernel linux.

 

Sejarah Perkembangan Linux Hingga Saat Ini

 

Kernel yang menjadi inti sebuah sistem operasi memang telah diciptakan oleh Linux Torvals, seorang mahasiswa dari universitas Helsinki Finlandia, namun perjalanan linux masih panjang hingga menjadi sistem operasi canggih dan populer yang bisa kamu pakai gratis sekarang.

 

Kernel Linux Versi Pertama Dipublish

 

Kernel yang dibuat oleh Linus lalu dipublish untuk kalangan luas (opensource) dan semua orang bisa menggunakan dan mengembangkan nya secara “free”.

 

Pada tanggal 25 agustus 1991,diusianya yang masih 21 tahun dia mempublish kernel linux peratamanya lewat "Usenet "(semacam internet di jaman itu) didalam sebuah forum newsgroup "comp.os.minix."

 

Linux Menulis Notes Untuk Kernel Yang Dipublishnya

 

Hello everybody out there using minix -

I'm doing a (free) operating system (just a hobby, won't be big and professional like gnu) for 386(486) AT clones. This has been brewing since april, and is starting to get ready. I'd like any feedback on things people like/dislike in minix, as my OS resembles it somewhat (same physical layout of the file-system (due to practical reasons) among other things).

I've currently ported bash(1.08) and gcc(1.40), and things seem to work. This implies that I'll get something practical within a few months, and I'd like to know what features most people would want. Any suggestions are welcome, but I won't promise I'll implement them

Linus (torvalds@kruuna.helsinki.fi)

PS. Yes - it's free of any minix code, and it has a multi-threaded fs. It is NOT portable (uses 386 task switching etc), and it probably never will support anything other than AT-harddisks, as that's all I have :-(.

— Linus Torvalds

 

Dengan bantuan dari komunitas kernel linux versi pertama dipublish

 

Kernel inilah yang nantinya akan menjadi Linux kernel yang kita pakai hingga saat ini sebagai hasil pengembangan dari komunitas opensource dari waktu kewaktu.

 

Asal Muasal Nama Linux

 

Nama linux tidak muncul  dan dipakai begitu saja untuk kernel buatan linus, sempat dipakai beberapa nama yang terdengan aneh oleh kita sekarang.

 

Linus travalds ingin menyebut temuannya dengan nama Freax yang merupakan gabungan dari free freak dan X yang mengacu pada Unix.

 

saat dia bekerja menulis kernel dia menyimpan dalam bentuk file dan diberi nama Freax hingga hampir setengah tahun.

 

Linus sebenarnya telah terbesit di fikiran nya untuk menamai temuan nya dengan nama Linux namun dia anggap itu terlalu egois (karena mengandung namanya sendiri).

 

Untuk menfasilitasi proses pengembangan (development) maka file diupload ke FTP server (ftp.funet.fi) pada bulan september 1991.

 

Ari Lemmke dari universitas Helsinki yang saat itu menjadi relawan administrator FTP berfikir bahwa nama Freax untuk sebuah kernel tidaklah bagus untuk didengar,lalu tanpa persetujuan Linus dia mengubah nama kernel tersebut dengan nama Linux.

 

Namun Linus tidak keberatan akan nama tersebut dan ikut menggunakan nya juga.

 

Sejarah Pinguin si Maskot Linux

 

clip_image005[4]

Pada tahun 1996 Linus Torvalds mengumumkan maskot Linux secara resmi yaitu sebuah Pinguin dengan nama Tux.

 

Linus menjelaskan dia memilih pinguin karena dia pernah mengalami kenangan yang buruk dengan hewan tersebut yaitu pernah digigit oleh seekor pinguin kecil saat berkunjung ke kebun binatang di australia.

 

Linux mengadakan kontes mendesain logo linux (pinguin) dan dimenangkan oleh Larry Ewing dengan gambar pinguin sedang duduk  bernama Tux , Tux mengacu pada Torvalds’ UniX dan berarti juga tuxedo , semacam jas yang warnanya mirip dengan si pinguin tersebut.

 

Linux dibawah lisensi GNU GPL

 

Saat awal dipublish kernel milik linus menggunakan lisensinya sendiri dan ada larangan /tidak boleh digunakan untuk tujuan komersial karena dia membuat kernel tersebut didedikasikan untuk komunitas opensource.

 

clip_image007[4]

Software yang digunakan untuk membuat linux semuanya menggunakan aplikasi yang berlisensi GNU GPL (lisensi untuk software bebas/free) dan agar linux dapat digunakan sebagai sistem operasi yang utuh linux memerlukan komponen seperti shell, compilers, library dll yang semuanya dibawah lisensi GNU GPL.

 

Akhirnya pada tahun 1992 linux versi ke 2 direlease ke public pada bulan desember dibawah lisensi GNU GPL sehingga linux disebut dengan nama GNU/LINUX.

 

Pada peluncuran linux versi pertama linus hanya menuliskan dalam dokumentasinya bahwa untuk bisa menggunakan Linux seutuhnya memerlukan software yang disediakan oleh GNU.

 

Komunitas dan Distro Linux

 

Kontribusi pekerjaan pengembangan linux terbesar berasal dai komunitas pengguna linux itu sendiri yang terdiri dari ribuan programmer yang tersebar diseluruh penjuru dunia,mereka menggunakan linux dan memberi saran untuk membuat linux jauh lebih baik setiap harinya kepada pengembang linux.

 

Beberapa perusahaan yang meberikan linux service juga ikut andil dalam pengembangan linux ,bukan hanya kernel namun aplikasi pendukung yang disertakan dalam distrubusi linux seperti auxilary software.

 

Perusahaan / proyek yang terorganisir mengembangkan linux sendiri dan tetap mendistribusikan nya secara free,karena semua linux berlisensi GPL.

 

Untuk menghasilkan uang sebagai penutup biaya operasional perusahaan /projek yang terorganisir hanya menyediakan jasa konsultan dan service untuk pengguna linux enterprise.

 

Komunitaas yang tergabung dan berbadan hukum (perusahaan/projek terorganisir) atau yang kita sebut sekarang dengan distro linux (Linux distribution) mengembangkan dan mendistribusikan linux dengan versi mereka sendiri dimulai dari projek Slackware,Debian,Redhat,SUSE .

 

Walau menggunakan base kernel yang sama namun untuk aplikasi dan utilitas yang disediakan oleh distro tersebut berbeda-beda,perbedaan ini tidaklah signifikan hanya sebagian command dan hierarki yang berbeda dari distro yang lain.

 

Time Line Perkembangan Kernel Linux

 

Sejarah linux yang terpapar diatas merupakan rangkuman dan garis besar sejarah saja yang saya ambil dari referensi wikipedia dan website official GNU project,sengaja saya tulis singkat agar kamu tidak bosan untuk membaca dan minimal mengerti sejarah linux secara garis besar.

 

Adapun timeline sejarah dan perkembangan linux bisa diringkas pada kronologi berikut ini :

 

  • 1991: Linux kernel dipublish untuk komunitas dengan tujuan pengembangan pada tanggal 25 Agustus
  • 1992: Lisensi Linux kernel diubah menjadi GNU GPL dan untuk kali pertamanya linux menjadi sistem operasi yang utuh dan langsung bisa digunakan tanpa perlu menginstall aplikasi GNU pendukung secara terpisah.
  • 1993: Lebih dari 100 developer ikut dalam proses pengembangan linux kernel, dengan bantuan mereka kernel disesuaikan dengan environment GNU.Slackware menjadi distro tertua yang masih berdiri hingga saat ini(2017) diikuti dengan debian yang menjadi distro terbesar saar ini (2017)
  • 1994:Linus torvalds memutuskan bahwa semua komponen dari kernel sudah benar-benar matang dan kemudia dia merilis Linux versi 1.0, projek XFree86 menyumbang kontribusi dalam pembuatan GUI Linux. Distro linux versi komersialSE juga ikut merilis linux dengan versi 1.0
  • 1995: Linux disesuaikan agar bisa berjalan si platform processor baru yaitu DEC Alpha dan processor Sun SPARC. Kedua processor tersebut merupakan processor paling modern dikala itu.
  • 1996: Kernel linux versi 2.0 pun dirilis dengan fitur baru yaitu kernel linux dapat berjalan di berbagai macam platform processor menggunakan symmetric multiprocessing (SMP). Metode tersebut menjadi alternatif pilihan yang digunakan oleh banyak perusahaan.
  • 1998: banyak perusahaan besar seperti IBM,Compaq dan Oracle mengumunkan dukungan produknya untuk linux. Karangan The Cathedral and the Bazaar (yang kemudian menjadi sebuah buku) yang isinya menceritakan pengalaman penulis tentang metode saat proses development kernel linux  di opensource projek memiliki pengaruh yang luarbiasa terhadap projek opensource setelah dipublikasikan. Karena tulisan inilah netscape memutuskan untuk bergabung dengan komunitas opensource dengan mempublikasikan source code dari Netscape Communicator Web browser suite. Di sisi lain sekelompok programmer mulai membuat graphical user interface(GUI) KDE.
  • 1999: Sekelompok pengembang aplikasi bekerja sama dalam projek Graphical environment GNOME yang didesain intuk menggantikan KDE.Ditahun yang sama IBM juga mengumumkan projek tambahan untuk mendukung linux.
  • 2000: Dell mengumumkan bahwa sekarang dia menjadi provider nomer 2 di dunia yang menggunakan linux dalam semua produknya
  • 2002: Singkat cerita microsoft membunuh Dell Linux, bukan hanya Dell saja,microsoft juga mengancam perusahaan vendor hardware lain yang mengkampanyekan linux.
  • 2004: tim projek Xfree86 terpecah dan bergabung dengan projek standar X yang nantinya menjadi X.Org Foundation yang bekerja lebih cepat dalam mengembangkan X server untuk Linux
  • 2005:Projek openSUSE memulai distribusi bebas untuk komunitas Novell’s,begitu juga dengan projek Openoffice.org yang mengenalkan versi 2.0 dengan dukungan standar format  dokumen OASISOpenDocument
  • 2006: Oracle merilis linux distronya sendiri yaitu Red Hat Enterprise Linux (RHEL), sedangkan Novell dan Microsoft bekerjasama dalam perlindungan penggunaan hak patent.
  • 2007: Dell memulai memasarkan laptop dengan bawaan sistem operasi Linux distro Ubuntu.
  • 2009: Perkembangan pasar RedHat setara dengan Sun, yang diartikan sebagai momen simbolis bagi "ekonomi berbasis Linux".
  • 2011: Linux kernel versi 3.0 direalese
  • 2012: Pasar Linux melebihi pasar Unix pada jenis pasar kelas Server
  • 2013:  Ponsel yang beredar dipasaran 75% menggunakan sistem operasi berdasar linux (Android)
  • 2014: Ubuntu meng klaim telah memiliki 22 juta pengguna
  • 2015: Kernel linux versi 4.0 direalese ke publik
  • 2019: Kernel linux versi 5.0 direalese ke publik

 

The Cathedral and the Bazaar merupakan tulisan yang dibuat oleh Eric S. Raymond dalam bentuk essay yang menjelaskan 2 perbedaan yang mencolok saat proses pengembangan (develoment) aplikasi-aplikasi bebas (Free software)

 

  • The Cathedral model, Dimana sourcecode disertakan saat release sebuah software namun pada saat proses pengembangan (development) sourcecode tidak boleh dibagikan/share kepada kelompok pengembang aplikasi lain.

 

  • The Bazaar model, Dimana kode dikembangkan melalui media  internet dan siapapun bisa melihat perubahan kecil pada kode aplikasi,Raymond memberikan credit kepada Linus Torvalds,pemimpin dari Projek Linux kernel sebagai penemu proses ini.

Writen @2021 Langkat2000